Mei 2025

Gebrina Rezki, Mahasiswa Pertama Pendidikan Matematika FKIP USK Lulus Tanpa Skripsi Berkat Publikasi Ilmiah

Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Syiah Kuala. Gebrina Rezki Maulida menjadi mahasiswa Pendidikan Matematika pertama yang berhasil lulus tanpa sidang skripsi, setelah berhasil mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal terakreditasi nasional SINTA 2.

Artikel ilmiah yang ditulis Gebrina diterbitkan pada Jurnal Pendidikan MIPA, salah satu jurnal bereputasi nasional yang masuk dalam akreditasi SINTA 2 dengan judul “Correlation of Students’ Engagement and Mathematical Representation Ability Through Realistic Mathematics Education-Based Differentiated Learning”. Artikel ini merupakan hasil dari keterlibatannya dalam penelitian dosen saat berada di semester tujuh di bawah bimbingan Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd. dan Cut Khairunnisak, S.Pd., M.Sc. Artikel tersebut dapat diakses pada link https://jpmipa.fkip.unila.ac.id/index.php/jpmipa/article/view/154.

Dalam wawancara yang dilakukan, Gebrina membagikan kisah di balik capaian akademiknya tersebut. “Pada saat memasuki semester 7, saya mendapatkan kesempatan berharga untuk terlibat dalam penelitian dosen. Kesempatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik saya, tetapi juga membuka jalan bagi saya untuk menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah,” ujar Gebrina.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penelitian hingga publikasi tidaklah mudah. Ia harus melalui tahapan pengumpulan data, analisis mendalam, hingga revisi artikel berdasarkan masukan dari reviewer jurnal.

“Dengan bimbingan dosen dan ketekunan dalam memperbaiki tulisan, akhirnya artikel saya diterima untuk dipublikasikan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuktikan bahwa mahasiswa sarjana pun bisa berkontribusi di dunia akademik melalui publikasi ilmiah,” tambahnya.

Keberhasilan ini menjadi momen penting bagi Prodi Pendidikan Matematika FKIP USK, karena mencatatkan sejarah baru dalam mekanisme kelulusan mahasiswa. Gebrina berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,91. Pencapaian Gebrina menjadi bukti nyata bahwa jalur penelitian dan publikasi dapat menjadi alternatif penyelesaian studi yang bermutu dan kredibel.

“Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa lainnya untuk lebih aktif dalam penelitian dan publikasi. Dengan usaha yang tekun dan bimbingan yang tepat, tidak ada yang mustahil,” tutup Gebrina dengan penuh semangat.

Prodi Pendidikan Matematika FKIP USK memberikan apresiasi tinggi kepada Gebrina atas pencapaian luar biasa ini, dan berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk menulis dan mempublikasikan hasil penelitian mereka sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pendidikan matematika.

Prestasi Internasional! Kolaborasi Mahasiswa FKIP USK Raih Prestasi Global, Pendidikan Matematika Ikut Andil

Hatyai, Thailand – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK). Tim mahasiswa FKIP berhasil meraih juara 3 dalam ajang The International Teaching Excellence Award (ITEA) 2025, yang diselenggarakan oleh Prince of Songkla University (PSU), Hatyai, Thailand, pada Jumat (23/05/2025).

Tim yang terdiri dari lima mahasiswa lintas program studi ini sukses mengharumkan nama USK di kancah internasional. Mereka adalah Virqa Beniqa dan Fachrina Hustati dari Pendidikan Fisika, Iqmal Pasha dari Pendidikan Bahasa Inggris, Rania Dzakira dari Pendidikan Biologi, serta Hanike Muhariza dari Pendidikan Matematika. Di bawah bimbingan intensif Dr. Susilawati, M.Ed. dari Departemen Pendidikan Fisika selama lebih dari satu bulan, tim ini mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi kompetisi bergengsi tersebut.

Dalam lomba microteaching yang berskala internasional ini, tim FKIP USK mengangkat topik inovatif bertajuk “Kearifan Lokal Rumoh Aceh dalam Mitigasi Bencana”. Mereka berhasil mengintegrasikan kekayaan budaya lokal dengan teknologi mutakhir melalui media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Pendekatan ini mendapat perhatian khusus dari dewan juri karena dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan teknologi pembelajaran modern secara kreatif dan edukatif.

Dr. Susilawati, selaku dosen pembimbing, mengungkapkan rasa bangga dan puas atas pencapaian ini. “Saya sangat puas dengan hasil yang diperoleh oleh tim. Mereka telah bekerja keras selama lebih dari satu bulan, mulai dari perencanaan konsep, pengembangan media AR, hingga latihan microteaching. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja kolektif yang luar biasa dan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.

Ajang ITEA 2025 diikuti oleh berbagai tim dari berbagai negara di Asia Tenggara. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong inovasi pembelajaran dan meningkatkan kualitas calon pendidik di tingkat internasional.

Keberhasilan tim FKIP USK ini disambut dengan rasa bangga oleh civitas akademika. Dekan FKIP USK, dalam pernyataannya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah mengharumkan nama universitas di kancah internasional.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FKIP USK mampu bersaing di level global dan menunjukkan kapasitas unggul dalam mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya lokal.